Entah hitam atau putih yang berbaur
Atau sekedar jejak saat jatuh tersungkur
Semua tak pernah benar-benar terkubur
Sebuah pendewasaan hidup dalam alur
Sekalipun dimulai dari lingkar kelam
Tak selalu akhir terbentuk lukis suram
Meskipun samudera itu sangat dalam
Tak kan jadi tempat bagi mimpi tenggelam
Jika derita adalah bayangan bagi langkah
Maka malam ialah harapan yang rekah
Bila nyatanya terik adalah penetes peluh
Ada pula mendung melingkup peneduh
Seperti anak angin yang terus menari
Tiada menentu arahnya membawa diri
Begitu jua terbang tinggi kesana-kemari
Tak hanya selalu rapi mengikuti mentari
Dan inilah jalan bagi serpih-serpih hati
Yang mugkin pernah pula kehilangan arti
Hancur dalam panjangnya waktu menanti
Tak kunjung menyapa kedamaian sejati
Tiba masa menyatukan tiap kepingan
Bahagia tak muncul dalam kediaman
Sebab gerak mesti mengiring keprasahan
Hingga tertutup sempurna sketsa kegelapan
"Pasrah Tanpa Usaha = Kesia-sian"
Minggu, 29 April 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar