Meluruh, pinta antara malam
Menyepuh, doa-doa terdalam
Tengadah, tangan begitu rapi
Berpasrah, tapi tak meratapi
Tersingkap, berjuta kekhilafan
Berharap, lebar pintu ampunan
Nafasku, tak merengkuh kuasa
Membeku, ditengah lingkar dosa
Bernyawa, hanyalah sementara
Tertawa, juga ada muara
Diambil, maka matilah raga
Menggigil, takut tidak terhingga
Terlambat, sesalpun sia-sia
Mengingat, telah tutup usia
Minggu, 29 April 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Sering kali angan hati dan alam nyata berselisih Lumpuhkan smua hasrat jiwa dalam lautan perih Bukan tak mungkin bongkahan harap makin pip...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar