Bakarlah mimpi
selagi ia menyala dalam nadi
lalu buatlah lukisan memori
bayangkan seribu kali
berjuta kali
teruslah berjalan dalam imaji
jangan berhenti
atau terhenti
luapkan rasa
nikmati cerita
tuangkan secangkir percaya
dalam gelas intuisi
resapi hadirnya
tanamkan tunasnya
leburkan asap kotornya
lalu endapkan dalam doa
lihat berikutnya
kau menjadi mimpi yang nyata
040512
Jumat, 18 Mei 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar