Ingin berlari, namun hanya terus tertatih
Dalam sendiri, memapah hati kian letih
Dimana kawan, hilang tawanya tak terdengar
Menyuguh cawan, tapi sepi tak tertawar
Bila direguk, pahitnya setara kesunyian
Ingin memeluk, nyatanya tiada berteman
Tergulung masa, jadi lembaran kisah lalu
Satu tersisa, hanyalah asa dalam kelu
Tanpa terucap, yang mengenang terusik rindu
Tiada genap, lengang ruang dirundung sendu
Lihat sahabat, langkah kita semakin jauh
Tak lagi erat, meski jiwa terjalin utuh
Merentang jarak, ditiap pengejaran mimpi
Mencari letak, ujung perjalanan menepi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
tatap tajam ke depan diam tenang dan rekam atur posisi badan ringankan dua tangan bidik tepat sasaran Focus.. Titik kemajuan 02051...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar