Tiada lagi yang tersisa
asa asa telah terpuruk luruh
di benam dusta
hingga tiada lagi senyuman malaikat
menyentuh ragaku
sekedar balutkan nada sumbang kecewa
adalah rindu yang kupahat rahasia
namun menyejukkan mata
menyantunkan rasa
menggetarkan romansa dahaga jiwa
telah kutepikan begitu saja
bukan aku tak punya cawan menampungnya
bukan pula karena cinta memudar di batas senja
bukan itu yang ada
Tapi ini hanya untai doa
Anyaman kecil dari bilik keyakinan
yang kerap kuabaikan
tak kuyakini sebagai simbol kejujuran
entah lagi harapan percintaan
di tengah luluh lantak nafsu dunia
meraja
maka kuanyam doa di bahu malam
di binar pagi
di kerlap kerlip kejora
sebagai lentik pasrahku
pada takdir Sang Maha
dan suara syukur dari seorang hamba faqir lagi bernoda..
Yang mencoba melabuhkan
samudera kata beraroma tenang
dan penuh damai tercipta.
Semoga jadi angan nyata.
29/05/12
Rabu, 13 Juni 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
tatap tajam ke depan diam tenang dan rekam atur posisi badan ringankan dua tangan bidik tepat sasaran Focus.. Titik kemajuan 02051...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar