Sejenak semesta hening tertegun
Tiada satu pun irama mengalun
Hanya jemari angin membelai daun
Pelan lembut mengantarnya turun
Perlahan penuh sahaja mengiring
Menuntun helai yang telah kering
Pertemukan bumi dengan kemuning
Sampai didasarnya tanpa berdenting
Tak butuh nada agar indah tercipta
Tanpa suara hendak anggun bercerita
Begitulah pula adanya bahasa cinta
Tak selalu rapi terangkai dalam kata
Bahkan ranting melepas dalam diam
Bila warna dedaunan beranjak kelam
Mengerti nanti pada akar bersemayam
Dan penyatuan pun semakin dalam
Seperti itu layaknya menguntai kasih
Mempercayai tiap lembarnya tetap putih
Meski tiada ucap rasa dalam lisan jernih
Cukup dua hati menyakini saling terpilih
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar