Tuangkan tinta diputih kertas berserak
Biarlah bila adanya hanya lukisan abstrak
Selayak jiwa yang kini memuing terkoyak
Dalam pusaran sepi tak kunjung beranjak
Kawan, ingin memanggilnya dengan senyum
Teman, hendak hati menuai tawa nan ranum
Namun teriakku hanyalah angin terkulum
Tak terdengar, di sela relung saja berdentum
Jengah, terkunci kesendirian tanpa batas
Damai kini tinggal seutas yang merantas
Jiwa pun sekering dahan-dahan meranggas
Diantara dahaga batin tiada pernah tuntas
Mencari riang wajah ditengah lengang
Tak lebih dari muram dirilah yang datang
Segersang hamparan tanah-tanah kerontang
Tak terpuas kehausan dari kebisuan merentang
Jumat, 06 Juli 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar