Bilakah jiwa mencari sebuah nama
Atau sekedar menyecar bulir makna
Dari menggunungnya perca-perca fana
Yang potongannya tak pernah sempurna
Tak peduli jika fajar mulai terbakar
Berganti waktu atas surya kian lebar
Disilaukan pula pandang hingga nanar
Namun tiada merubah salah jadi benar
Riuh diatas bukit asa tengah melirih
Seperti pemujaan akan genderang perih
Lalu, mengapakah hati begitu mudah letih
Sedang tapak didunia tak sebatas memilih
Tuhan merentangkan kasih teramat luas
Sekalipun pucuk kalbu lebur teremas
Ada arti bagi seduh tangis meski terkuras
Tak hanya peluruh warna tinta pemulas
Duniaku belum hilang ditelan masa
Walau septntas remuk dikulum rasa
Pilu ini tak kan jadi belati Penguasa
Bukan penikam nafas impi tuk binasa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar