sejalan waktu telapak kakiku nampak menebal
akibat tidak adanya sepatu
sungguh seperti orang jaman dahulu
sebelum peradaban ada
mungkin pagi ini waktunya minum susu
dari sapi yang kuperah sendiri
karena belum ada mini market
yang buka 24 jam dalam sehari
di sini hiburanku adalah bintang
karena langit belum terpolusi gas buang kendaraan
sehingga selalu cerah
kecuali sedang musim mendung atau hujan
udara yang bersih
air yang jernih
konflik yang singkat
tak pernah di ungkit ungkit
aku rindu tanah air jaman purbakala
dimana manusia manusianya menjaga alam
berani berlayar berani menerjang ombak
mempunyai akal budi yang baik dan serentak
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Tapak jejak gunung biru Di atas nya kama ratih, menengger dalam pangkuan kertas-kertas putih Selambang getik tulisan merenda jentik jemari...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar