Menatap dari balik jendela
Ketika nafas hari dihela
Disanalah redup tak bersela
Legamnya nuansa tak dicela
Cahaya bukan jadi milik satu
Semestinya terbagi lingkar waktu
Berhak pula atas hangat itu
Tiap jiwa agar tiada membatu
Terang hanya sejenak beralih
Menyapa lain harap nan lirih
Disisi dunia yang mulai letih
Sebelum derapnya makin ringkih
Sungguh tiada beda gurat kepastian
Inilah adanya nyata kehidupan
Dimana malam hanya persinggahan
Sebelum pagi menggelar impian
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Sering kali angan hati dan alam nyata berselisih Lumpuhkan smua hasrat jiwa dalam lautan perih Bukan tak mungkin bongkahan harap makin pip...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar