Aku begitu mahir menjamu dan memberi peluk
Pada perih yang selalu bertandang dalam lubuk
Tertawa bersama kesakitan tanpa harus terpuruk
Membebaskan kelam leluasa menampakkan bentuk
Gambarkanlah apa lagi perihal yang lebih buruk
Tetap akan setia kubawa jiwa ini patuh tertunduk
Menyatukan satu per satu pecahan kecil petunjuk
Yang Kau tebar di antara aliran duka nan menusuk
Tak kan keluhkan deras linangan basahi pelupuk
Tidak pula kan berkesah bila jalanku terjal berliuk
Tatapi mohon jangan Engkau biarkan hatiku takluk
Pada semu pemujaan cinta untuk sesama makhluk
Terasa lebih indah sekalipun segenap diri remuk
Di pusara kehidupan dengan Kasih-Mu tuk direguk
Wahai Kekasih Sejati pemberi damai juga penyejuk
Jauhkan hasratku dari manisnya cinta fana penuh bujuk
Dikeheningan kujabarkan harap agar tak hanya jadi tajuk
Melengkapi peraduanku kapada-Mu dalam doa-doa khusyu'
Kutitipkan jua segala kegalauan, dilingkar-Mu lutut menekuk
Menyampaikan pinta biar hanya murni cinta-Mu yang ku teguk
Jumat, 18 Maret 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
tatap tajam ke depan diam tenang dan rekam atur posisi badan ringankan dua tangan bidik tepat sasaran Focus.. Titik kemajuan 02051...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar