by Muhammad Shahid Boy Ahmad
Saat Ku Bungkam Menaut Sunyi,
Hadirmu Mengenyah Lembaran Sepi,
Mendesir Citra Sukma Kembali,
Berbaur Harap Di Lembah Syurgawi.
Bila Lafaz Bertunas Cita,
Disulam Pekerti Budi Bahasa,
Diselang Hormat Bertimbang Rasa,
Agar Bahagia Bisa Tercipta.
Biar Jauh Dari Pandangan,
Terasa Dekat Di Benak Fikiran,
Bersatu Dalam Kamar Keinginan,
Menitip Doa Pada Ar-Rahman.
Direlung Rindu Pada Pertemuan,
Menebar Impian Pada Ikatan,
Mengukuh Faham Membaja Hubungan,
Agar Bersemi Kasih Berpanjangan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
tatap tajam ke depan diam tenang dan rekam atur posisi badan ringankan dua tangan bidik tepat sasaran Focus.. Titik kemajuan 02051...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar