Untukmu, pribadi yang dianugrahi kelembutan
Betapa ingin kusampaikan sebuah pengakuan
Tentang beruntunnya rasa jiwa telah tertawan
Hanya ucapku saja yang masih tetap tertahan
Tak sanggup menjadikannya indah dalam ungkapan
Tiada daya menyusunnya sebagai satu santun lisan
Berat berkata bukan karna tak mengerti
Isyarat yang kau beri tuk kembali buka hati
Tidak pula karna penggalan silam masih berarti
Bukan lagi demi dirinya kesetiaanku kini menanti
Asa yang kupunya padanya sudah sepenuhnya mati
Sejak suci luahan rasa yang ku jaga berkali dikhianati
Andai benar masih ada kenangan dirinya tersisa
Hanya berisikan hari-hari dimana batinku tersiksa
Sungguh telah kurelakan cinta untuknya binasa
Ketika hadirmu menuntunku pada kasih luar biasa
Membenahi remuknya hati ditangan Sang Maha Kuasa
Menunjukkan jalan bagi damai sejati yang kini kurasa
Wahai insan yang slalu dalam ketaatan diri terbalut
Maafkanlah aku andai benar tebersit perasaan takut
Memulai kisah baru jika akhirnya kembali terenggut
Biar hanya di sela kebekuan lisan ini cintamu ku sambut
Bila nanti di atas indah suratan-Nya hidup kita terpaut
Akan ku rangkai kasih ku padamu dalam tutur saling bertaut
Minggu, 06 Maret 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
I used to think that I could not go on And life was nothing but an awful song But now I know the mean...
-
Senyap terbit, rahim sunyi pun di gembalai tangan-tangan rancu Ada mata asa, namun dayuh-dayuhan tersekat pekap Sungguh apakah genderang i...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar