By: Ain Saga
Ambilah sesukamu
sebanyak harum yang kau kecup
sedalam rasa yang kau miliki
tapi ingat...
Setiap detik selalu ada dalam
hisabNya
berbuatlah
lakukan pilihan pilihan
sebut sebanyaknya langit kekaguman
keindahan
kemegahan
atau segenggam kearifan
pasti satu saat
semua akan kembali ke dalam hatimu
ke dalam perjalananmu
lintasi suratan takdir
dan menjadi sunyi
menjadi titik nadir
disanalah
kau mungkin baru mengerti
betapa mahalnya harga seguris
penyesalan..
Yang tak bisa mengulang
masa silam
meski sepicing mata saja
maka pikirkan pagimu
sebelum senja datang
menutup impian.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
diantara persinggahan malam terlukis bayang kalbu muram saksikan biduk perlahan karam membawa asa jauh tenggelam denyut harap seo...
-
Sering kali angan hati dan alam nyata berselisih Lumpuhkan smua hasrat jiwa dalam lautan perih Bukan tak mungkin bongkahan harap makin pip...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar