By: Ain Saga
Tak seorangpun yang kan mau
menuai luka
bila kutanya
pastilah biduk bahagia jadi asa
bukan sekedar duri
atau tsunami dalam jelaga
namun apa mau dikata
tak sebenarnya jiwaku meraba
badai peristiwa di palung terdalamku
birukan semua rasa
tutup tirai cinta
lupakan sengenggam warna
yang kuyakini sebagai pahlawan
dalam semua jerit luka
namun tak ayal
nafasku sesak
udara tak bersih lagi
penuh tuding caci maki
juga alunan sepi
hidupkan bara api
bilakah semua berakhir
hanya waktu yang akan peduli
sampai musim kembali bersemi
ku masih menggali interpretasi
diantara jurang berjuta emosi
ambisi sekaligus mimpi
bagi para pemuja hidup harmoni
cinta mungkin teramat berarti
berarti..
Selasa, 10 Mei 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar