by Insan Al Amin
kenapa aku harus menghitung beras beras putih ini
butir demi butir di pinggiran dermaga
sambil melihat lalu lintas perahu nelayan
yang cat perahunya sudah tidak lagi baru
tetapi melihat laut
seakan membantuku melupakan rasa jenuh
melihat kejernihan airnya
sejuknya udara
hangatnya sinar matahari yang menyapa beberapa bagian tubuh
setiap beras yang telah ku hitung memudar di udara
menjadi cahaya
terbang ke langit
kembali ke matahari
matahari kembali memantulkan kerinduannya kepada bumi
keinginan untuk memberikan yang terbaik
untuk kalian, untuk dirimu, untuk diriku, untuk alam semesta
dengan segala yang di kandungnya
dan kepada Sang Pencipta
Minggu, 08 Mei 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
I used to think that I could not go on And life was nothing but an awful song But now I know the mean...
-
Senyap terbit, rahim sunyi pun di gembalai tangan-tangan rancu Ada mata asa, namun dayuh-dayuhan tersekat pekap Sungguh apakah genderang i...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar