By: Ain Saga
Jumat pagi
berteman kabut hitam abadi
kukecup udara pagi
melati
namun kabut selimuti segala mimpi
hingga hatiku
pucat pasi
berhenti atau berlari
tak bisa putuskan sendiri
karena terlalu banyak duri terinjak
ku lebur jadi sebuah bayangan
yang kadang kumanjakan
namun akhirnya mencekikku dengan ringan
seringan semua labirin hati
terserak diantara langit elegi
membiru diantara isak sukma hati
membunuh sketsa sketsa mimpi
yang terbebani
antara madu dan arsenikum
ku harus mencoba sabar
atau duniaku akan bimbang
tersapu pasang gelombahg
jadi garis hitam diary hati
diantara lautan cinta tak berarti
Sabtu, 14 Mei 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar