By: Ain Saga
Saat kutuang air bergolak
menyentuh cangkir berisi kopi
harumnya menyeruak diantara udara
hidungku pun turut mencerna rasanya
aku tersenyum mengaduk wanginya
biarkan angan melompat jendela
dan melesat kealam nirwan
bercengkrama dengan sanjung puji
yang kerap menciumi langkah tak pasti di tapak jalanku
apakah lagi hendak kukata
bila engkau terlanjur cinta
seperti udara beraroma kopi pagi
kureguk ia setengah rindu
secangkir kopiku kini berasap tipis
sebuah buku materi belajarku
kulahap habis bersama waktu
nikmatilah hidup ini
dengan akal dan ilmu
measki kadang bayangan
mengajakmu tertawa dalam
hidup yang sekejap
kuterus nikmati kopi pagi dan tetap bermimpi
bersama pagi yang mulai terang
tersiram hangat cahaya matahari.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
puisi yg bgus mnyenth kdlm ht yg dlm good
BalasHapussaat ku bca puisi ini ku mrsa hppy
BalasHapus