By: Ain Saga
Dalam mimpi cantikku
kau melintas dalam waktu
menukar lesungmu
dengan matahari senyumku
begitu elok
seakan kau lah mata dewa
dari tujuh sumber mata air
kehidupan
kuterpana menatap seraut hati
denyar jantungku memompa
tak tentu
tak ada yang berani bicara
selain angin yang berdesah
penuh rinai keriangan
apa kabar putri cahaya?
Sapamu lembut tersuara
kutundukkan wajahku
dengan malu kupegang ujung kerudungku
assalamualaikum pangeran bumi
sungguh tak sangka kita dapat bersapa..
Kugumamkan sehelai jawab
dan semua jadi cahaya
percakapan yang sangat rahasia
namun tak ada kata bermantera
apalagi dusta derita
tak ada
wahai..betapa sempurna
jalinan pertemuan kita
seakan kau dan aku camar yang bahagia
lintasi alam maya dan lautan surga
indah menggurat sapa
namun senja mulai turun
halimun begitu saja datang
pudarkan bayangnya di sudut sepi
terantuk kakiku pada bantal cinta
ah ternyata hanya wangi mimpi
yang kupunya..
Ku jadi tersipu malu
andaikan ia benar ada..
Betapa akan ku bahagia
selamanya akan ku buat ada
kusimpan ia dalam doa
pertemuan penuh berkah dan
redhoNya
bisikkan sekelumit rasa
rasa yang rahasia
antara aku cinta dan dirinya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar