Ku hela nafas panjang
kutatap sebuah bayang
dirimu yang pernah kusayang
selalu rindu kupersembahkan
meski kau hadir jadi ilusi
mengisi kisi hati
ku tetap meridhoi
kau hidup di benakku yang suci
usahlah kau bersedih hati
cermin yang muram telah kuprediksi
untuk apakah kita saling mencurigai
sedang biru lautan adalah nafas cinta untukmu
cermin akan menguatkan jiwa
kita yang jauh dan rapuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar