Suara kalam illahi
terasa memagut sepi
di dalam gubuk sederhanaku
ku duduk menghela nafasku
mengikuti aliran asma Allah
yang meluruhkan airmata
kristal bening nyaris beku
kusandarkan di bekal ikhlasku.
Biarkanlah semua hilang karena
mungkin takdir menghendaki
ia hilang.
Yang terpenting adalah menata ulang kembali.
Semoga semua berkah barokah
tak perlu dialiri air sungai kesedihan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
diantara persinggahan malam terlukis bayang kalbu muram saksikan biduk perlahan karam membawa asa jauh tenggelam denyut harap seo...
-
Sering kali angan hati dan alam nyata berselisih Lumpuhkan smua hasrat jiwa dalam lautan perih Bukan tak mungkin bongkahan harap makin pip...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar