Dunia pagi yang sejuk
seperti mimpi semalam yang berseri
ia melewati lorong saraf dan paru paru
bersinergi dengan gerakan jantungmu
aliran darah merahmu
bila shubuh yang cuma dua rakaat itu
tapi adalah setara dengan harga bumi seisinya
telah usai berlalu
bergegaslah..
Tegapkan langkahmu
hindari bete dan jemu
singsingkan lengan baju
ambillah apa yang menjadi hak dan kesempatanmu
lalu kerjakan..kerjakan..
Karena pagi hanya sekedip mata saja
lalu pucat menjadi maya.
Lalu apa yang masih tersisa untukmu?
Bergegaslah!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
tatap tajam ke depan diam tenang dan rekam atur posisi badan ringankan dua tangan bidik tepat sasaran Focus.. Titik kemajuan 02051...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar