lari
begitu cepatnya hingga kau merasakan
udara berhembus kilat
pandangan begitu cepat mendekat
lompat
setinggi tingginya kau loncat
di bawahmu aliran air
yang sedari dulu mengalir tenang
di perahu ini kita kan menunggu
hingga matahari tenggelam
dan kita kan lihat ke langit
yang warnanya berubah jingga
kau satu yang ku nantikan
berlayar santai
kau satu yang ku rindukan
mempelajari beragam bangunan
kau satu yang ku eratkan
berdebar debar
kau satu yang ku jaga
di setiap malam malam indah
Kamis, 21 Juli 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar