Jalan ini kelam
tak ada matahari
tak ada lentera menerangi
ia nisbi merasuk hati
hati merah yang baru semalam
menghirup debu jalan
sesak di paruku
sesak di aliran pikiranku
semua menari irama gelisah
bagai sampah yang semburkan biak busuk
aku tetap melangkah tenang
meski cahaya berkabut
dan ciumannya berkeping di nadi ini
sudah nasib
takdir hitam putih
pahit manis
kucoba nikmati saja
cuma sebentar kita singgah
di gerbang dunia.
Untuk apa bersikap sia sia?
Jakarta,130811
AIN SAGA
Sabtu, 13 Agustus 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar