Pagi yang penuh takbir
hari yang fitri berbalut gema
asmaNya
langitpun tafakur
hati pun bertalu senang
karena usai bulan ujian
kita memanen senang
suci kembali suci
bagaikan bayi
tiada dosa tiada noda
mengalirkan nada maaf
ke seluruh ruang di jiwa
namun adakah itu sampai
ke hatimu?
Adakah maaf itu hanya seremoni
kalau belum
perbaikilah.mari melukis hati kita
dengan coretan seputih melati
agar hidupmu lebih berarti:)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Sering kali angan hati dan alam nyata berselisih Lumpuhkan smua hasrat jiwa dalam lautan perih Bukan tak mungkin bongkahan harap makin pip...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar