Kubanting semua rasaku
perlahan pejamkan mata
dalam luka
kaukah itu?pangeran cintaku
mengapa kau berikan aku
permen luka
yang pahitnya melebihi empedu
sakitnya bagaikan ribuan sembilu
aku mencoba memahamimu
namun nuraniku telah beku
gerimis tak henti laburi suara hati
kau tak pantas disisiku lagi.
Pergilah sejauhnya dariku
akan kulupakan rasa ini
demi masa depan cintaku yang nyaris patah.berkeping dan terbangmeniti hujan.dikelopak yang rawan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar