Dalam getar airmataku
kusebut namaMu dalam
kupanjatkan selapis doa
di penghujung malam nan hitam
sehitam peristiwa meluka
adakah bisa kucairkan bara
bila wadahnya sempit dan gersang
rindu hanyalah nama tersia sia
hangus asa menerpa gulana
kuceburkan saja dalam telaga
dan kurendam luka
agar patah jadi serpihan pelangi
atau jadi kepingan petuah
untuk generasi bertunas nanti
kita akan selalu terbayang.namun kita bisa perlahan melupakan.dan melukis lagi warna lebih terang
lebih cerah secerah birunya awan.
Karena aku bosan memamah luka
dalam waktu dan kehidupanku.
Minggu, 28 Agustus 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar