Hatiku pun kini beku
tersengat ragam sembilu
tersandung jelaga di kidung waktu
merana udara yang kuhirup
menawarkan rasa yang kutapaki
menyalurkan segenggam gamang
diantara berjuta impian
ku hanya berkawan senyuman sumbang
wahai hati yang beku
apakah yang melelahkan dirimu?
Bukankah waktu telah berpihak dibahumu
jangan manjakan ranum nadimu
hanya untuk jejakkan rindu
yang bayangnya pun
belum terlukis di larung waktu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Sering kali angan hati dan alam nyata berselisih Lumpuhkan smua hasrat jiwa dalam lautan perih Bukan tak mungkin bongkahan harap makin pip...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar