Telah kuhabiskan si hitam dawet
dengan buas
rasa manisnya yang menggoda
menari ngidam tenggorokanku
dua potong martabak telur
telah pula berkunjung santai ke dalam lambungku
lalu sholat magrib seperti biasa
waktu mulai tak tersisa
jenuh melanda
dan kantuk mulai menggoda
sayu kejoraku bagai terhipnotis
meski sudah goodbye dengan hidangan dimeja..
Ku tak bisa menahan nafsu mencoba
meski diberi nafas jeda..lebih baik membaca
semua berita
dan kau akan percaya..
Iman itu cahaya hati..
Rabu, 10 Agustus 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar