Malam Merangkak pelan
menuju pucuk peraduan
tempat senyuman melabuh dalam hati yang suci
hati yang ridho kepada perintah illahi
semesta pun tersenyum
dalam selimut kelam
tak henti bertasbih dan berdoa
mengucap shalawat salam
sebagai tanda cinta
kepada para musafir hati
pada bulan suci yang selalu dinanti
kepada para kelana hati
ijinkan hatiku bersapa rindu
karena perjuangan satu hari
menahan haus dan lapar
menahan segala godaan
dapat kita lalui
dengan percik sabar dan ikhlas
semesta pun tersenyum
mengucap alunan suara syukur
diantara rumpun ujian
dan derasnya hujan di jarum kehidupan
*inilah nikmat Allah yang selalu kita kerap lupakan.
Dan inilah cintaNya yang selalu
menggenggam sukma.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Sering kali angan hati dan alam nyata berselisih Lumpuhkan smua hasrat jiwa dalam lautan perih Bukan tak mungkin bongkahan harap makin pip...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar