Ku tahu suara keletihanmu
keroncong merdu dipongahnya waktu
kutahu sulit diterima darah mudamu
yang tak henti mengeluhkan
gelombang terik Ramadhan
tangan yang lemah
akan mengingatkanmu
janganlah jumawa
mata yang lena
mengingatkanmu
beratnya ujian jiwa
kaki yang lepuh
berdebu dan mandi peluh keluh
tanda tak mudah mencapai bintang dilangit nan jauh
sabarlah saudaraku
Ramadhan yang disiplin itu
kelak akan membawamu
menuju pintu yang menuai
kesuksesan diatas seribu kesuksesan
itulah pintu kaum bershoum
AR royan budiman
melambaikan tangannya
menuju bayanganmu
yang letih namun kuat hadapi ujian.
Bersabarlah saudaraku
hidup cuma satu kali..bersabarlah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar