Semua kehalusan
yang kau berikan
disudut kecil hatiku
teramat sederhana
hanya pagi yang selalu menarikan harum kesturi
pucuk melati yang hangat mengabdi
di indra ciumku
seolah menghantarkan peri bunga
memeluk hangat sanubari
engkau jelita dalam sukmaku
kau ksatria di manik mata
kilau dan wangimu kerap menjaga sepiku
meninggalkan deru debu yang
singgah di seputar peristiwaku
aku selalu tak jemu mengagumimu
juga mencintaimu
menyayangimu
seperti embun pagi saling mengasihi
inilah yang bisa kutulis
di coretan imaji
sekuntum syukur
untuk semua kebahagiaan yang
kau retaskan untuk hatiku,jiwaku
dan alam pikirku.
Terima kasih Ramadhanku.
Kaulah inspirasi bagi dunia dan
akheratku.
Jakarta,150811
AIN SAGA
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Tapak jejak gunung biru Di atas nya kama ratih, menengger dalam pangkuan kertas-kertas putih Selambang getik tulisan merenda jentik jemari...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar