Mulut mulut yang beracun
nafas beraroma mesiu
siap mencabik otakmu
dan serpihkan denyut jalanmu
peluh telah kau bungkus sekam
rimba raya jadi panutan
hukum kau buat mati suri
tak malu
kencing di depan para pereguk mimpi
kita ini apakah?
Hanyalah setetes yang hina
lewat kemurahanNya kita bisa
tertawa
menghirup berjuta rasa
warnai bumi selaksa kata
tapi kadang kita lupa
semua yang kita punya hanya sementara
kita pun tergerus arogan
kata sandang pengangkut kedigjayaan
sungguh semua jadi dagelan
hitam kau cat merah
dan merah jadi malam
aneh memang
hutan rimba kau masukkan
di peti keakuan
lalu kau kunyah dengan rakusnya
di depan semesta jelita
aku disini
menanti senjamu
berharap alam kan kembali
pada fitrahnya yang harmoni
tanpa belitan arogansi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Mulut mulut yang bracun
BalasHapus