Malam yang teduhkan hati
kini tlah usai berganti cahaya pagi
ia meretas di jantung waktu
lalu bersinar mencumbu bayu
daun daun pun berbisik
bercengkrama dengan tetes embun penuh cinta
semesta mulai menggeliat
menyambut pagi bersama
dua rakaat suci
shubuh penuh magis
kita berdoa menjalin asa baru
kita tanamkan serumpun asa di setiap putik bunga merekah
meski perjalanan kadang
tak seindah taman syurga
aku bahagia menjejak dunia.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar