Dibalik segumpal mega, rembulan tersipu
Membiarkan parasnya terganti sorot lampu
Laksana lelap kepak sayap sang kupu-kupu
Gores warnanya, oleh gelap samar tersapu
Dalam remang ini hati kembali bernyanyi
Mencoba tetap lantang mendahului sunyi
Tak ada riuh suara katak, jauh tersembunyi
Mungkin karena hujan pun tak menabuh bunyi
Hanya bernaung mendung tapi tanpa tetesan
Belum jatuh jadi gerimis apalagi badai bersahutan
Cukup deru angin saja yang beri belaian
Temani hentak jiwa dalam dekap kerinduan
Semakin sepi sebab bintangpun tak bertahta
Kian terhanyut galau tak kan tergambar kata
Berharap keajaiban bawamu menghadap mata
Agar kacau ruang benakku kembali tertata
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
diantara persinggahan malam terlukis bayang kalbu muram saksikan biduk perlahan karam membawa asa jauh tenggelam denyut harap seo...
-
Sering kali angan hati dan alam nyata berselisih Lumpuhkan smua hasrat jiwa dalam lautan perih Bukan tak mungkin bongkahan harap makin pip...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar