Tak pernah bisa kumengerti
saat melihatmu patah hati
semua warna menghitam tercabik tangis
seakan dunia adalah penjara musim
dan kau meringkuk lemah
di dalam sel besinya
kau nanar diantara rimba asing
kau berhenti menyendokkan suapan nasi kemulut mungilmu
otakmu yang bening lembut itu
jadi terbakar dan tinggal serpihan kemarahan
entah pada siapa akan kau gulirkan
mungkin hanya dinding hati yang tahu
berapa banyak sembilu meludahi tawa hidupmu
mungkin juga hanya malam bisu yang menjadi saksi
kisah kasihmu terbunuh sengketa tanpa amnesti
padahal matahari selalu bersinar
meski malam bertahta menggantikan
namun ia akan kembali bersinar
seperti hujan datang
dan hidupkan alam penuh cinta
harapan selalu ada
cobalah sekali saja percaya
Jakarta, 230911
Ain Saga
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
tatap tajam ke depan diam tenang dan rekam atur posisi badan ringankan dua tangan bidik tepat sasaran Focus.. Titik kemajuan 02051...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar