Simphoni pagi bersenyut lagi
seperti menelurkan butir embun
dari sela mata air suci
ia meretas
mengalir lembut
sesuai irama hati
yang kuat dan bestari
harpa alam kian mengisi
indahnya pagi berseri seri
hilangkan semua yang masih tersembunyi
hidup yang penuh duri
semoga menjadi sebuah perjalanan berarti
kita mengerti.
Kita dituntut sadari
semua dihadapkan
pada kenyataan
yang telah tergadai nafsu dan emosi
biarkan lara menepi
Jakarta, 240911
Ain Saga
Sabtu, 24 September 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar