Tak mudah menapak dalam duri
yang tiap saat dapat menyayat pori kaki
tak mudah pula menggenggam rasa
jika seabad tak ada kabar berita
biar saja kan kubakar segala sengketa
maka derita tak lagi ada
tinggal siluetnya saja menepi dalam udara berlukis tawa
semua telah berlalu
usah kau sesali untaian sembilu
yang padati hati nan rapuhmu
kini selembar kertas kubuka berani
kunikmati imaji
melukismu
hati hati
dengan tinta pinky
ataukah kelabu pilu
siapa peduli
hidup hanya sebentar
percikkan saja selembar senyuman
maka semua akan berbinar.
Menerangi kisah ini.
Jakarta, 290911
Ain Saga
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
tatap tajam ke depan diam tenang dan rekam atur posisi badan ringankan dua tangan bidik tepat sasaran Focus.. Titik kemajuan 02051...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar