Dalam hatiku yang beku
ada serabut bayangmu
mengendap tenang seakan tak ingin
mengganggu udara yang kuhirup
tak urung ku sentuhmu dalam
alunan doaku
berharap kau pergi dengan tenang
saat bayangku datang
membawa serabut impian.
Tak terkatakan
terlukiskan.
bila kelopak tak lagi merah dadu
kan kubasuh seluruh kenangan
meski tetap menjelma kerinduan
ku akan pejamkan matahati
dan berharap sentuhan kasihmu
membantuku menyayangimu
meski dengan cara yang tak kuduga
tak apa.
Karena kau bukan seorang dewa
dalam mata bathinku yang peka.
Rindu pun memeluk rasaku sempurna.
Seperti rinai hujan yang kini menjadi berhamburan berkasih sayang
dengan penghuni bumi.
Alam terlalu jujur mengajarkan
sedang kita hanya mengumbar keluhan.
Itu yang kini kusesali.
Rabu, 26 Oktober 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar