Cintaku, bukanlah kesementaraan yang pendek
Tak sama seperti lemah tangkai bunga tergolek
Tiada menyerupai tipis kelopak mudah robek
Meski memang tak sekeras suara alam merengek
Jiwaku, ingin memapar rasa dengan sederhana saja
Menulis dengan aksara yang begitu mudah di eja
Lalu menyusunnya menjadi prasasti beralas baja
Yang tetap utuh meski pusaran waktu terus meraja
Ragukanlah, sesuka hatimu bertanya tentang masa
Jadi bimbang, andai bukan binar ini yang berkuasa
Yang tak menggebu, katamu, kan terhapus tergesa
Hingga hanya setitik kepercayaan dapat tersisa
Kesungguhanku, tak perlu terlalu lantang diteriakkan
Biarlah seisi semesta kelak memberi satu kesaksian
Tentang bagaimana tangan ini menguatkan genggaman
Atau bahkan memeluk sangat erat pilar-pilar kesetiaan
Menantimu, diantara luas jarak memisah membentang
Menyempurnakan cinta dari balik dinding nan menjulang
Selaraskan warna, meski berjuta gurat beda menentang
Ingin selamanya, bersamamu menjemput pagi datang
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar