Sesaat pucuk pena ini beku
Tak sanggup menggambar laku
Tiada pula abadikan hatiku
Keringlah oleh risau berjibaku
Adakah kini rindu tersisa
Atau hanya sesal jadi selaksa
Habis waktu mengejar asa
Tak luang dalam menuang rasa
Bukan enggan disapa cinta
Tapi mimpi lebih dulu tercipta
Dalam duniaku yang mungkin buta
Meski indahmu dihadapan mata
Bukan sedang memupuk angkuh
Sebab jiwaku pun pernah luruh
Seiring lembut tulusmu menyentuh
Seketika memanggil raga berlabuh
Benar mungkin telah begitu lelah
Tak ingin lagi diatas sepi merebah
Namun tinggi harapku tak terbantah
Urung jua tuk diam sekedar singgah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
tatap tajam ke depan diam tenang dan rekam atur posisi badan ringankan dua tangan bidik tepat sasaran Focus.. Titik kemajuan 02051...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar