Kau ukir sebutir janji
di ujung hati
yang beningkan rasamu
menjadi merpati dengan sayap
bidadari
bermata jeli
bermahkotakan matahari
dan selendang sakti
kau ukir gurisan mimpi
jadi warna pelangi
saat senja jatuh di pusat bumi
dan melodi alam tarikan tarian
kasih sayang
diantara belukar yang temaram
tak terjemah kebisuan
tak terjamah luka
dia memanjakan bathinku
bathinmu.
Tapi akhirnya membunuh seluruh jejak yang terpahat sempurna
hanya dengan satu getar curiga.
Sirnakan rasa dalam jiwa.
Tiada asa di sudut lara.
Selain terpaan kata.
Dan itu sudah tak bernyawa.
Di binaran mata.
Terbunuh lekatnya dusta.
Jadi hanya bangkai berulat sutra
di hati yang keringkan cinta.
Percuma.
Kau umbar laksa pinta
bait maaf sempurna
sedang akhirnya hanya
fatamorgana yang bicara.
O..naifnya..
190412
Sabtu, 28 April 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar