Selembar kertas tak lagi putih
Begitu penuh kuasan tentang pedih
Berapa warnanya tak bisa dipilih
Dan tiap larik menyempurnakan rintih
Dengan tinta pena itu hidup ditulis
Bagai penggubah melodi pengiris
Menengadah dibawah tetes gerimis
Berharap pudarkan duka selapis
Namun bukan guratnya terhapus
Kertas pun basah perlahan pupus
Memberat diatas gumpal tanah halus
Sebelum sirna ketika surya menembus
Inilah sebenar-benar garis nyata
Pilu tak pernah layak diselimut dusta
Sia-sia sembunyi dibalik muram derita
Sebab kelam bukan untuk jadi cerita
Tak kan hilang apa yang telah ada
Biarlah, mengukir jejak berbeda
Jadikan utuh harap yang tertunda
Meski sejenak kelabu jadi penanda
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar