Minggu, 08 Mei 2011

- puisi, pena, hati -

By: Insan Al Amin

ketika aku sedang makan lotek
aku melihat sebuah spanduk
yang membentang di cakrawala sebelah timur
bertuliskan sebuah kata
yang saat itu aku nggak ngerti apa maksudnya

puisi ada penanya ?
penanya buat hati ?
apa itu maksudnya ?
ingin ku join fan page nya
menemukan dunia bawah sadar
menemukan duka yang berkehendak
menemukan beberapa impian
atau juga kepingan curahan batiniyah

ilahiah
kafaniyah
japaniyah
tersirat

bombastis
elegis
talkaktif
tulisannya

selamat berjuang
teman teman virtualku
jalani kehidupanmu seperti mbak2 yang berjualan lotek
tanpa keluh
atau bohong
tanpa ragu
atau lari
senyum manis
ga pake janji

buatlah sejarah untuk anak cucu kalian semua
biar mereka hidup tanpa takut kekurangan cinta dan air minum bersih

Mengejar Impian

By: Ain Saga

Saat ku membuka mata
dingin pagi kembali bersemi
semua warna pun kini melintas lagi
tentang galau semalam
saat hujan meliuk
ditanah rumahku

kini pagi telah hadir
membuka tirai kabut sepi
memanggil selaksa mimpi
hidupkan jiwa yang resah
menatap butiran cinta
owh..dimanakah lembut bayanganmu
selalu kurindu saat ku terlelap
namun tak semudah pagi berdetak
cinta dan mimpi selalu kerap bertentangan
habiskan lamunan
dicangkir teh pagiku
kurenungi diam diam
meski keikhlasan
telah lebih dulu kutetesi
harum mimpiku
inginkan kudaki
sampai kapanpun kan kudaki
tak peduli
batasan dan ilustrasi.
Kutajamkan saja jalinan intuisi
di titian hati
selalu mengilhami
mengilhami..
Tiada henti..

Sapaan Suara Air

By: Insan Al Amin

masa silam adalah pelajaran
jadi ga usah dibayangin lagi

kerjakan yang jelas terpampang
karena syukur adalah sembah
dan sabar adalah ibadah

lihat tanganmu adakah ia keberadaannya
yang begitu baik komposisinya
diberi daging, di aliri darah
disebarkan syaraf sehingga engkau bisa menggerak gerakannya

lalu matamu begitu bulat
diberi kemampuan aduhai untuk melihat tarikh tarikh keindahan
kesempurnaan

lalu genting di atas kepalamu
yang mana orang lain tidak punya

lalu orang tuamu yang begitu hidup
dan untuk di ibadahi keberadaannya biar kamu mulia

jangan menunda, kawanku
jangan malas untuk berbaik sangka dengan keadaan sekeliling
jangan takut melangkahi jejak kaldu mimpi
ambil napas teruslah bersahaja

biarlah masa lalu jadi suara mendidihnya air di teko
agar hari ini, detik ini kamu bisa ngelakuin yang terbaik
untuk dirimu di masa depan

Birunya pagi

By: Ain Saga

Senyuman mungil
kubagikan pada semesta
tempat segala hal kutempa
tanpa terasa
mengalir seperti sungai
menawan laksana awan
mengerjap damai.bagaikan gemintang
menyaput gelap malam
yang kini telah hilang.sembunyi sampai waktunya kembali bertandang..
Kini kuberjalan lagi
kuresapi semua detik yang membawaku berimaji
bermimpilah sebanyak kau suka
hadapi segala rimba
dengan sepenuh asa
jangan takut kalah dan derita
seyogjanya kitalah ksatria
bangunkan jiwa yang lemah dan aniaya
mari satukan ikatan
damai dalam keindahan harmoni alam
karena hidup tak pernah berpaling
hati kitalah yang kadang kerap bermain
antara dusta cinta dan airmata
kita rapuh mengakuinya
kita pongah berseterunya
kita congkak dengan anugerahNya
lalu untuk apa kita berfoya
jika nanti pun kita menjadi fana
lalu tiada.
Sungguh kunikmati senyumku
di pagi ini
dengan indah dan serasi

Sabtu, 07 Mei 2011

Inilah Duniaku

Butakah mata batin bila memang tak pernah tau isi dunia
Salahkah bila terlanjur ku anggap kesendirian bukan sia-sia
Sepi justru menjadi alasan paling nyata menoreh warna ceria
Dibalik dinding itu, yang membatasi sudut penglihatan manusia


Aku tak mengenal seperti apa eloknya kerlap-kerlip bintang
Yang dapat ku lukis di kanvas hanya luas tembok membentang
Ketika penyair memuji keindahan langit-Nya dengan kata lantang
Cukup menggabarkan bahwa atap diatasku bukan derita mengerang


Tiada cemburu terlintas pada ribuan langkah yang begitu bebas
Hingga mampu menapaki tiap jengkal dunia luar terus meluas
Cukup bagiku andai doa mereka yang kucinta nantinya berbalas
Sebab airmata itu menjadi bekuan tajam bagi hati, siap menebas


Kesendirian ini tak pernah kutempatkan pada barisan musuh
Meski ada saat dimana nafasku tersengal karna himpitan jenuh
Apalagi yang kurang, duduk ditengah siraman kasih begitu penuh
Cinta yang tak pernah terbagi meski seberapa sering diri mengeluh


Disinilah aku harus menyepuhkan liuk-liuk mahkota kebijasanaan
Yang kupinjam bentuk utuhnya tak lebih dari sebuah lempengan
Tak kan ada guna jika sebatas diterima untuk kemudian diacuhkan
Tanpa ada niat hati menempanya kembali dengan penuh kesabaran

Restu dari sepasang jiwa inilah yang mencipta untukku sebuah ruang
Ketika keramaian menuntun lembut raga menjadi bingkisan terbuang
Menyulut kembali tiap sumbu dari pijar harapku agar tetap benderang
Walau jelaslah bahwa aku sungguh tak tau bagaimana kerlip gemintang


Ceitakan padaku tentang panjang jalanan disana dengan debu bertebar
Beserta seluruh pesona di sisi kiri-kanan yang buat jantung berdebar
Tak kan ku angkat suara atas alur hidup dalam suratan tertulis berlembar
Sekalipun tak menyangkal keterbatasan lapangnya hati tak begitu lebar


Hidupku saat ini bukan replika sangkar pengurung keteraturan arus akal
Yang kemudian bisa mengarahkan tepat di palung jiwa sebentuk sesal
Tawa dan bahagia di balik tembok milikku ini tak akan selamanya kekal
Hanya kilauan famorgana, lebih pantas dijadikan tempat mencari bekal


Maka tak ku inginkan lebih dari pancaran senyum dalam kedua wajah
Yang dengan keridho'annya sanggup menyuburkan seluruh ladang berkah
Setia mengulum bait doa untukku sejak kali pertama tangisku terpecah
Dan hanya untuk kebahagiaanku, kepada-Nya tangan mereka menengadah


Inilah duniaku, terbentuk dari benih cinta sepasang hati paling istimewa
Yang dianggap sepi, tapi didalamnya tak pernah lengang oleh tawa
Kenalilah, keterbatasan ini tak pernah menyuguh padaku rasa kecewa
Sebab, inilah duniaku, cermin kasih sayang kedua orangtua yang kubawa

"Sempurnanya duniaku saat ini karna kasih mereka, kedua orangtua ku tercinta"

Seikat Hati

By: Ain Saga

Seikat hati
telah kusimpan rapi
kuhias dengan pita pinky
dan kusematkan ke jantung
mudamu

salahkah aku
bila kutetap berdiri menanti
saat rinai hujan berhenti
dan indah pelangi mewarnai
kutatap bayangmu lewat imaji
menari dan menyayangi
setiap detakmu ada ukiran namaku
bukanlah maksud hati menebak berani
namun naluri teramat mengerti
kadang cinta terlalu jauh bersembunyi
hanya karena janji hati
tiada teringkari
sebisa mungkin
rindu jadi tasbih disetiap
kenangan bersemi

ayunkan melodi
raihlah mimpi hati
telah teruji disetiap doa mengabdi
namaku selalu jadi tambatan hati
meski mungkin semua bagai misteri
cinta memang tak bisa mengerti
tanpa sabar dan aqli..
Begitulah ia mengaliri
sawah ladang hati dan pikiranmu.
Bersemi disetiap udara kau hirupi
perlahan ataupun berlari
hampir tiada arti
cinta mematahkan sepi sunyi.

Lupakan saja dengan senyuman

By: Ain Saga

Takkan habis airmatamu
bila duri yang menusuk raga
menghisap seribu energi
takkan sanggup mata berbinar
bila seluruh prasangka
kau ikat erat didalam lubuk hati

hidup fana ini
jelasnya cuma sekedar singgah
perjalanan masih harus kau kayuh
dengan waktu teramat lama
jangan pudarkan cahaya
dalam mendung tak bermega
jangan berhenti
saat pagi menusuk hati
biarkan rindu dan cinta terbagi
mimpi mimpi melintasi
senyummu bertabrakan dengan
imaji
biarkan langit beku
atau luka membiru
sebentar pasti juga kan benderang
berganti cahaya terang
karna bukankah
disetiap kesulitan itu ada kemudahan
kalau begitu
dilupakan sajalah
dengan senyuman.
Karena Allah Maha Pengasih
dan Amat penyayang..

Senandung Rindu untuk Ibu

Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...